Pecatur Indonesia Yang Sanggup Tembus Kejuaraan Catur Internasional

Pecatur Indonesia Yang Sanggup Tembus Kejuaraan Catur Internasional

Siapa yang tidak mau mengharumkan nama bangsa dengan menjadi wakil bangsa di event internasional. Semua orang kiranya mau mendapat tanggung jawab itu, dan terbukti memang banyak orang Indonesia yang berhasil melakukannya. Mengharumkan nama bangsa jelas bisa dengan berbagai cara bisa dari prestasi akademik, karya sastra, musik, dan tentu saja olahraga. Tidak ketinggalan, catur pun termasuk yang pernah mengirimkan wakilnya ke ajang internasional.

Mereka-mereka yang sanggup menembus ajang internasional atau lebih tepatnya kejuaraan internasional itu tentulah sudah menjadi seorang grand master. Walau memang harus diakui belum begitu banyak grand master catur yang lahir dari bumi Indonesia.

Para Wakil Bangsa Di Kejuaraan Catur Internasional

Pecatur Indonesia Yang Sanggup Tembus Kejuaraan Catur Internasional

Untuk memperkenalkan putra-putri bangsa dan sekaligus menjadi pendorong motivasi pecatur muda tanah air, berikut ini akan disampaikan beberapa pecatur Indonesia yang sanggup menembus ketatnya persaingan menuju kejuaraan internasional. Merek yang dimaksud yaitu sebagai berikut.

  • Edhi Handoko

Pria bernama Edhi Handoko yang telah berpulang pada 17 februari 2009 lalu ini lahir di Solo tepatnya pada 28 Agustus tahun 1960. Ia merupakan seorang pecatur asli Indonesia keempat yang mampu meraih gelar Grandmaster catur.

Beliau telah mengukir prestasi membanggakan baik di level nasional maupun di level internasional dimana catatan prestasi terbaik darinya ia buat ketika menyabet gelar Grand Master catur pada tahun 1994 dengan perolehan rating Elo sebanyak 2.495. Untuk gelar master nasionalnya sendiri sudah jauh-jauh sebelumnya ia dapatkan, tepatnya di tahun 1978, baru kemudian dilanjutkan dengan gelar Master FIDE serta Master Internasional dia tahun 1982. Beliau pernah sebanyak empat kali didapuk sebagai juara nasional, tepatnya di tahun 1978, di tahun 1979, di tahun 1984 serta tahun 1991. Beliau juga sukses merebut medali emas PON tahun 1985 perorangan ataupun beregu serta tak lupa sukses merebut emas pada nomor beregu PON tahun 2004.

  • Ruben Gunawan

Pria kelahiran Jakarta pada tahun 1968 ini meninggal di Manado pada Agustus tahun 2005 di usia yang masih cukup muda yakni 37 tahun. Beliau paling tidak sudah tercatat sebanyak dua kali memperkuat tim Indonesia di ajang Olimpiade Catur, yakni ajang Olimpiade di Istanbul pada tahun 2000 serta ajang Olimpiade Calvia pada tahun 2004. Catatan Prestasi darinya yang lain yaitu menyabet Juara Junior Asia pada tahun 1983 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Peringkat terakhir beliau yang tercatat oleh FIDE yaitu berada di urutan ke-1009 dunia dalam update bulan juli tahun 2005. ELO rating yang beliau miliki saat itu yaitu sebanyak 2463, sedangkan rating ELO paling tinggi yang pernah beliau capai yakni sebanyak 2467.

  • Susanto Megaranto

Susanto Megaranto lahir di kabupaten Indramayu tepatnya pada tanggal 8 bulan Oktober tahun 1987 Ia merupakan seorang Grandmaster Catur paling muda milik Indonesia. Dikatakan bahwa ia pernah ikut menimba ilmu di  Sekolah Catur milik Utut Adianto, salah satu Grand Master catur asal Indonesia juga. Dengan usia yang masih cukup muda, Susanto masih memiliki peluang yang cukup terbuka salah satunya dari ajang-ajang catur di kawasan Asia yang jelas masih amat sanggup ia hadapi.

  • Utut Adianto Wahyuwidayat

Pria kebanggaan dunia catur tanah air ini lahir di Jakarta pada tahun 1965 tepatnya tanggal 16 Maret. Beliau merupakan pecatur yang sering sekali dianggap sebagai yang terbaik dari pecatur besar yang pernah Indonesia miliki. Beliau merupakan Grandmaster catur dari Indonesia yang ranking dunianya paling tinggi sampai saat ini.

Ketika mendapatkan gelar grand master, beliau merupakan pecatur asal Indonesia paling muda yang sukses meraih pencapaian tersebut, tepatnya pada umur 21 tahun. Meskipun prestasi tersebut sudah dilewati juniornya yaitu Susanto Megaratnto yang berhasil merengkuh gelar grand master catur pada usia 17 tahun. Beliau pernah menjadi grand master super di tahun 1995 hingga1999, berkat ELO rating miliknya yang melebihi angka 2600. Beliau juga pernah masuk ranking 100 besar dunia di tahun 2001 dimana ELO rating miliknya mencapai 2598.

Cambuk Kebangkitan Catur Indonesia

Wakil Bangsa Di Kejuaraan Catur

Bisa dikatakan nama-nama tersebut di atas merupakan cambuk kebangkitan dunia percaturan tanah air. Pasalnya setiap kali ada nama baru asal Indonesia yang merengkuh gelar grand master maupun pencapaian di kejuaraan internasional, gairah percaturan dalam negeri kembali bergejolak. Sayangnya gejolak semangat gairah percaturan yang tadi dimaksud seringkali down kembali sehingga kembali meredupkan hegemoni catur itu sendiri.

Beruntung kiranya beberapa tahun belakangan ini bibit muda yang tak kalah gemilang sudah cukup banyak muncul dan menorehkan prestasi. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada yang hingga sudah berhasil menembus kejuaraan internasional di usia yang terbilang masih begitu muda. Wajar kiranya PERCSI selaku induk olahraga catur tanah air terus menggodok program guna memunculkan lebih banyak bibit baru pecatur nasional yang diharapkan mampu berbicara banyak pada kejuaraan catur dunia.